Sebagai sebuah mesin, kompresor udara digunakan untuk mengkompresi udara normal menjadi udara yang jauh lebih bertekanan. Tergantung pada industri bisnis Anda, tips memilih kompresor yang ideal dapat bervariasi. Walau demikian, kita harus selalu memastikan beberapa spesifikasi terpenting. Adapun spesifikasi yang dimaksud adalah sebagai berikut : Flow (FAD), Pressure/tekanan, dan daya motor.
3 Spesifikasi Dasar & Tips Memilih Kompresor untuk Bisnis Anda
1.) Flow (FAD)
Tips pertama dalam memilih kompresor yang tepat, berada pada Flow (FAD) dari kompresor. FAD menunjukkan seberapa besar volume udara yang dapat dihasilkan/dikeluarkan oleh mesin kompresor. Pada kompresor dengan tipe Rotor Piston (Reciprocating) biasanya dalam Liter per menit (L/Min), sedangkan pada kompresor Rotor Screw biasanya dalam meter kubik per menit ( M3/Min).
2.) Motor Power
Selanjutnya, kita perlu memastikan berapa banyak motor power yang digunakan untuk mengoperasikan mesin kompresor. Semakin besar kapasitas motor, semakin besar daya yang dibutuhkan untuk menggerakkan kompresor. Proporsi motor power berbanding lurus dengan Flow (FAD). Menggunakan satuan KW/HP.
3.) Pressure
Last tip on choosing the right compressor is the compressor’s pressure. This shows how much maximum air pressure can be produced by the compressor engine, with units of bar / megapascal (MPa). Pressure is generally inversely proportional to Flow (FAD). Where if we increase the pressure then the flow will tend to fall, otherwise if the pressure is lowered then the flow tends to go up with the same motor power. So the best tips on choosing compressors for your business is to choose one with a pressure capacity greater than the need, but not too high so that the maximum flow is obtained.
contoh:
Kebutuhan tekanan pada mesin produksi adalah 6 bar, jadi pilihlah kompresor dengan tekanan maksimum 7 bar (cadangan untuk penurunan tekanan 1 bar). Jika kita memilih kompresor dengan kapasitas tekanan 8 bar, kompresor akan tetap dapat beroperasi, tetapi flownya tentu lebih kecil dari kompresor dengan maksimal 7 bar. Pengaruh pemilihan tekanan yang berbeda akan mempengaruhi salah satu faktor yaitu efisiensi konsumsi listrik. Biasanya dihitung dengan SPR (Specific Power Ratio) yang berarti daya listrik yang dibutuhkan untuk menghasilkan flow udara pada tekanan tertentu (kW/m3/min). Semakin kecil nilai SPR maka kompresor semakin efisien.